Bilangan Bulat
Sifat Dasar
Pada
bagian ini kita akan menjelaskan sebuah sifat fundamental dari himpunan
bilangan bulat {......,-2,-1,0,1,2,......} yang akan kita anggap sebagai
aksioma. Sifat tersebut melengkapi dasar untuk membuktikan hasil akhir dalam
teori bilangan. Kita mulai dengan sifat yang berhubungan dengan penjumlahan dan
perkalian. Seperti biasanya, kita notasikan jumlah dan perkalian a dan b secara
berurutan dengan a + b dan a.b. Sesuai kebiasaan, kita akan tulis ab untuk a.b.
- Sifat tertutup: Jika a dan b adalah bilangan bulat, maka a + b dan a.b adalah bilangan bulat.
- Sifat komutatif: a + b = b + a dan a.b = b.a untuk semua bilangan bulat a dan b.
- Sifat assosiatif: (a + b) + c = a + (b + c) dan (a.b).c = a.(b.c) untuk semua bilangan bulat a, b, dan c.
- Sifat distributif: (a + b).c = a.c + b.c untuk semua bilangan bulat a, b, dan c.
- Elemen identitas: a + 0 = a dan a.1 = a untuk semua bilangan bulat a.
- Invers penambahan: untuk semua bilangan bulat a terdapat sebuah bilangan bulat x sedemikian sehingga a + x = 0; bilangan bulat x dinamakan dengan invers penambahan pada a dan dinotasikan dengan by-a. b – a juga dapat diartikan a + (-b).
- Sifat penghapusan (Cancellation law): Jika a, b, dan c adalah bilangan bulat sedemikian sehingga a.c = b.c, c≠0, maka a = b.
Kita dapat
menggunakan aksioma – aksioma dan sifat biasa pada persamaan untuk menetapkan sifat
penjumlahan bilangan bulat. Sebuah contoh menggambarkan bagaimana hal ini
dilakukan. Pada bagian – bagian selanjutnya dari buku ini adalah mudah jika
aksioma – aksioma tersebut digunakan tanpa komentar.
Contoh 1.1. Untuk memperlihatkan bahwa 0.a = 0 dimulai dengan
persamaan 0 + 0 = 0; karena 0 adalah sebuah elemen identitas pada penjumalan.
Selanjutnya kalikan kedua ruas dengan a untuk memperoleh (0 + 0).a = 0.a.
Dengan menggunakan sifat distribusi ruas kiri dari persamaan sama dengan (0 +
0).a = 0.a + 0.a. Selanjutnya kurangi 0.a pada kedua ruas (hal ini sama dengan
invers penambahan dari 0.a). Menggunakan sifat assosiatif pada penjumalan dan
kenyataan bahwa 0 adalah sebuah elemen identitas penjumlahan, ruas kiri menjadi
0.a + (0.a – 0.a) = 0.a + 0 = 0.a. Ruas kanan menjadi 0.a – 0.a = 0. Kita
simpulkan bahwa 0.a = 0.
Prinsip dari bilangan
bulat adalah menjelaskan kegunaan himpunan dari bilangan bulat positif {1, 2, 3,
...}. Kita memiliki definisi sebelumnya.
Definition. If a dan b bilangan bulat, maka a < b jika b – a adalah
bilangan bulat positif. Jika a < b, dapat juga ditulis b > a.
Catatan bahwa a adalah bilangan bulat positif jika dan hanya
jika a > 0.
Sifat fundamental dari prinsip pada bilangan bulat sebelumnya.
Sifat tertutup pada Bilangan Bulat
Positif: untuk semua bilangan bulat
positif a dan b, a + b dan a.b adalah bilangan bulat positif
Trichotomy law: Untuk setiap bilangan bulat a, salah satu dari berikut ini
berlaku a > 0, a = 0, a < 0.
Himpunan bilangan
bulat juga merupakan sebuah himpunan teratur karena memiliki subset yang
tertutup di bawah penjumlahan dan perkalian dan sifat trychotomy berlaku untuk
setiap bilangan bulat.
Sifat dasar dari
prinsip bilangan bulat sekarang dapat dibuktikan menggunakan aksioma – aksioma
kita, seperti contoh yang diberikan sebelumnya. Kita akan menggunakan tanpa
properti bukti dari prinsip bahwa mudah menurut dari aksioma – aksioma kita.
Contoh 1.2. Andaikan ada bilangan bulat a, b, dan c sedemikian
sehingga a < b dan c > 0. Kita akan tunjukkan bahwa ac < bc. Pertama,
sesuai definisi pada a < b kita memiliki b – a > 0. Karena himpunan
bilangan bulat positif tertutup terhadap perkalian, c (b – a) > 0. Karena c
(b – a) = cb – ca, maka ca < cb.
Kita membututhkan satu lagi sifat untuk melengkapi himpunan dari
aksioma kita.
- Sifat Keteraturan. Setiap himpunan tak kosong dari bilangan bulat positif memiliki elemen terkecil.
Kita katakan bahwa himpunan dari bilangan bulat positif adalah
teratur. Di sisi lain, himpunan dari semua bilangan bulat tidak teratur karena
terdapat himpunan – himpunan bilangan bulat yang tidak memiliki elemen terkecil
(pembaca dapat membuktikan).
Himpunan bilangan bulat kurang dari atau sama dengan bilangan
bulat yang memiliki elemen terbesar (pembaca dapat memberikan perincian pada
pembuktian dari pernyataan ini, menggunakan sifat keteraturan). Ketetapan ini
untuk menyertai definisi.
Definisi. Bilangan
bulat terbesar dalam bilangan real x, dinotasikan dengan [x], merupakan
bilangan bulat terbesar yang lebih kecil atau sama dengan x. Maka, bilangan
bulat [x] memenuhi.
[x] ≤ x < [x] + 1.
Contoh
1.3. Kita memiliki [5/2] = 2, [-5/2] = -3, [π] = 3, [-2] = -2 dan [0] = 0.
Petunjuk:
fungsi bilangan bulat terbesar juga diketahui sebagai fungsi dasar. Dari pada
menggunakan notasi [x] untuk fungsi ini, ilmu komputer biasanya menggunakan
notasi
Kita juga
akan menguraikan himpunan dari bilangan rasional dalam buku ini. Disebutkan
bahwa bilangan real x adalah rasional jika dan hanya jika terdapat bilangan
bulat a dan b, b ≠ 0, dengan x = a/b. Suatu bilangan yang tidak rasional
disebut irrasional. Contoh dari bilangan irrasional adalah π, √2, dan e.
Sekarang kita akan gunakan sifat keteraturan untuk menunjukkan bahwa √2 adalah
bilangan irrasional; kita akan membuktikan hasil ini dalam cara yang berbeda
dengan bab 3. (kita mengarahkan pembaca secara perlahan [21] untuk membuktikan
bahwa π dan e irrasional).
Teorema 1.1. √2
adalah irrasional
Bukti.
Misalkan √2 rasional. Maka terdapat bilangan bulat positif a dan b sehingga √2
= a/b. Akibatnya ada S = {k√2 | k dan k√2 adalah bilangan
bulat positif} adalah himpunan bilangan bulat positif yang tidak kosong(himpunan
S tidak kosong karena a = b√2 adalah anggota dari S). Perhatikan bahwa sifat keteraturan
S memiliki elemen terkecil yaitu s = t√2. Kita memiliki s√2 – s = s√2 – t√2 =
(s – t)√2. Karena s√2 = 2t dan s keduanya adalah bilangan bulat, s√2 – s = (s –
t)√2 pasti juga merupakan bilangan bulat. Selanjutnya, s√2 – s adalah bilangan
bulat positif karena s√2 – s = s (√2 – 1) dan √2 > 1. Sehingga s√2 – s lebih
kecil dari s karena s = t√2, s√2 = 2t, dan √2 < 2. Hal ini bertentangan
dengan pernyataan bahwa s adalah bilangan bulat positif terkecil di S. Sehingga
√2 adalah bilangan irrasional.
Himpunan bilangan bulat,
himpunan bilangan bulat positif, himpunan bilangan rasional, dan himpunan
bilangan real, secara berurutan umumnya dinotasikan dengan Z, Z+,
Q, dan R. Selain itu, kita tuliskan x
S untuk menyatakan bahwa x
termasuk pada himpunan S. Notasi demikian adakalanya akan digunakan
dalam buku ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar